Peluncuran sepeda motor bertenaga listrik karya anak bangsa, Gesits sudah semakin dekat. Distributor skuter listrik Garansindo Electric Scooter ITS (GESITS), Garansindo Group berencana untuk membanderol motor listrik tersebut dengan harga di bawah Rp 20 juta.
“Harga nantinya antara Rp 15 juta sampai Rp 17 juta,” ujar Chief Operating Officer Garansindo Grup Harun Sjech di Surabaya, Jumat (15/12), seperti dilansir Suara.
Harun juga mengatakan jika ia tertarik bekerjasama dengan ITS untuk membuat sekaligus memasarkan motor Gesits lantaran pihaknya menilai teknologi otomotif dunia di masa depan akan menggunakan listrik. “Saya sudah ke luar negeri, di sana listrik sedang dikembangkan untuk otomotif,” ungkap Harun.
Keprihatinan karena tidak adanya produk motor nasional juga memacunya untuk memproduksi sepeda motor listrik di Indonesia. Terutama karena menurut Harun Indonesia termasuk urutan ke-3 penjualan motor terbanyak di dunia setelah China dan India, tetapi tidak memiliki produk nasional. “Indonesia, 5-7 juta setahun tapi nol merek Indonesia yang terjual. Kalau mengembangkan teknologi konvensional ya tertinggal 40 tahun. Tapi kalau listrik, kita mampu. Kita punya visi yang sama,” katanya.
Sementara itu, Kemenristekdikti telah berkoordinasi dengan kementerian lain seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian Industri untuk mempercepat proses perizinan dan uji coba motor listrik Gesits. Menristekdikti Muhammad Nasir menuturkan jika perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk menghasilkan inovasi layaknya Gesits.
“Biaya risetnya memang tinggi tapi ini akan berdampak baik untuk masyarakat Indonesia. Hasil penelitian jangan hanya berhenti di perpustakaan saja, namun harus dihilirisasikan ke masyarakat. Karena suatu produk yang tidak dihilirkan ke masyarakat, itu bukan merupakan inovasi,” kata Nasir.
Direktur Operasi PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi Oksarlidadi Arifin mengatakan, pihaknya memiliki target produksi sebanyak 50.000 unit motor Gesits pada semester II 2018, dan 100.000 unit pada tahun berikutnya. “Hingga saat ini sudah ada yang memesan sejumlah 37.000 dimana 50% dari corporate, dan 50% individu yang memesan melalui Garansindo,” tuturnya.
Terkait masalah baterai, Oksarlidadi menjelaskan jika pihaknya telah bekerjasama dengan PT Pertamina dan PT PLN untuk menyediakan penukaran baterai. “Nantinya akan ada tempat penukaran baterai di setiap SPBU se-Jabodetabek dan kota besar lainnya,” tandasnya.






